Pembangunan SMK Melalui BKK dan Berkarakter

Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu kunci penting memenangkan kompetisi global seperti saat ini. Bupati Malang, Rendra Kresna mengungkapkan hal ini dalam pembukaan Seminar Nasional SMK tahun 2017, Sabtu (14/1/2017).

 

SMKN 1 Singosari Malang menghelat Seminar Nasional “Membangun Prestasi SMK melalui Bursa Kerja Khusus (BKK) dan Pembinaan Karakter”. Pria kelahiran Pamekasan 54 tahun yang lalu ini mengungkapkan, Kabupaten Malang selain kaya potensi pariwisata dan prestasi pendidikannya, utamanya SMKN 1 Singosari sebagai salah satu penerima Bantuan Sekolah Kawasan Industri dan Kawasan Berikat. “Semoga semua peserta baik kepala sekolah dan dewan pengajar kedepan mampu melahirkan inovasi cerdas disalurkan ke siswanya supaya kedepan mampu melahirkan lulusan berkualitas unggul,” harapnya saat mengakhiri sambutannya.

 

Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) baik Negeri maupun Swasta diwajibkan memiliki BKK jika ingin mendapatkan bantuan dari Pemprov Jatim. Kepala Dinas Pemprov Jatim, Saiful Rachman, mengungkapkan hal ini saat sesi sambutan. Lebih lanjut beliau mengatakan kesuksesan SMK tidak dilihat dari prosentase kelulusannya, namun dari prosentase keserapan lulusan di dunia usaha atau dunia industri (DU/DI).

 

“Tahun 2017 Pemprov Jatim melakukan moratorium pendirian SMA Negeri dan Swasta, SMK akan diperbanyak sehingga perbandingan SMA dan SMK jadi 70:30” terangnya. Diungkapkan pula, lulusan SMP jika tidak melanjutkan kuliah diharapkan masuk SMK. Pria lulusan S3 Manajemen Pendidikan Universitas Negeri Malang ini melarang SMK untuk menjalin kerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK).

 

Guru SMK wajib mengikuti magang di DU/DI minimal 6 bulan. Direktur Pembinaan SMK, Mustaghfirin Amin mengungkapkan hal ini saat mengisi sesi utama. Diungkapkan pula, SMK harus berpartner minimal 200 perusahaan berbentuk perseroan terbatas (PT). Hal ini menjadi salah satu syarat guna mendapatkan bantuan. Beliau berpesan kepada kepala sekolah yang hadir agar mengadakan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) dengan mendatangkan assesor dari DU/DI yang sudah mengantongi lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP-P1). Hal ini penting guna mendukung program pemerintah untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) atau tenaga kerja terampil dan kompeten sesuai kebutuhan DU/DI.

 

Awal tahun 2017 ini, SMKN 1 Singosari, menjadi tuan rumah seminar nasional yang pertama. Hal ini menguatkan upaya revitalisasi SMK terkait pengembangan kualitas pendidikan kejuruan sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, handal dan berkarakter.Sumber: Heri Yudianto,S.T (Guru Kejuruan,SMKN 1 Driyorejo,Gresik)

 

sumber : http://psmk.kemdikbud.go.id/konten/2201/pembangunan-smk-melalui-bkk-dan-berkarakter